Tampilkan postingan dengan label HUT SMANSA ke-64. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label HUT SMANSA ke-64. Tampilkan semua postingan

Rabu, 31 Desember 2014

The Excitement Anniversary of SMANSA: Cheerfulness in Unity

HAPPY BIRTHDAY, SMANSA!

In The Year of 2014, we were also proudly held the Celebration of the SMA Negeri 1 Singaraja’s 64th Anniversary which has been an annual event.

Excitement happened when anniversary celebration felt clearly in the heart of the students in SMA N 1 Singaraja. We can say that this celebration is the most waited annual event in SMANSA. Lasted in a week, the 64th SMANSA Anniversary Celebration was full of cheerfulness, happiness, kinship, friendship, togetherness, and also as a value of the unity of SMANSA.

The celebration was held with full of competitions and entertainment as well. The students were really enthusiastic in joining both sport and art competitions. No enemy, just friends. The competitions were the places to show the ability, skill, creativity of each class or each grade. Besides that, there were also some competitions between groups.

According to the theme, “SMANSA GO GREEN”, Coconut Tree Decoration and Eco-Artistic Bike competition was held for the first time. Proudly, the Regent of Buleleng was willing to open the celebration of the anniversary, open the Electronic Exhibition, and also plant a tree as a symbol of the SMANSA GO GREEN.

Putra Putri SMANSA or Prince and Princess of SMANSA was one of the most attractive events. Kecak Competition between grades (Hyperion-Obelisk-Deucalion) was the most waited show in the celebrations besides Percussion and Yel competition as well.

The celebration was end in a spectacular Saturday Night Show as the peak of the events. On November 1st 2014 in the afternoon, all students of SMANSA from all grades gathered at the Green Field in a unity. A huge artistic stage was ready to be a witness of this great celebration. Proudly, the Head of the Education Department of Buleleng Regency, as the representative of the Buleleng regent, also joined us in the formal agenda.

The sky was getting dark and the wind blew so cool, but the atmosphere upon the Green Field of SMANSA was heating. SMANSA’s entertainer, bands, singers, dancers, and also theater were entertaining all the audiences. New atmosphere of SMANSA’s anniversary as this is the first time we celebrate the anniversary at night. The events were spectacularly closed by the show of Nostress Band as the star guest with fabulous fireworks dancing on the sky upon SMANSA. Here we are, together with the cheerfulness in the unity. As we all had joined the celebrations, we hope all the goodness for our beloved school, SMANSA in it’s 64th birthday.

We are THE FIRST!
We are DIFFERENT!
We are THE BEST!
BEST…BEST…BEST… SMANSA!


We have limited words for an unlimited fun. Thank you for reading! 


Yel performed by Obelisk
The Percussion of  Deucalion

An Epic Performer from Hyperion

Night of  Us

SMANSA Celebration

Jumat, 17 Oktober 2014

SINOPSIS LOMBA KECAK ANGKATAN TAHUN 2014

Sinopsis
SUBALI & SUGRIWA
Ketika itu, Subali dan Sugriwa, dua kesatria berwajah kera, sedang bertapa di Hutan Dandaka. Singkat cerita, Subali yang memiliki aji pancasona, sampailah di Gua Kiskenda. Dengan kesaktian, ia dengan mudah dan berhasil merebut kembali Dewi Tara dari cengkeraman Kebo Sura. Dengan alasan keselamatan, Subali menyerahkan Dewi Tara ke Sugriwa untuk segera diserahkan ke kayangan. Sedangkan Subali melabrak dan menantang duel Kebo Sura serta Lembu Sura. Sebelum berperang, Subali berpesan kepada Sugriwa isi pesannya itu adalah jika aliran sungai yang keluar dari Gua Kiskenda berwarma merah, dirinya (Subali) yang memenangi pertarungan. Sebaliknya, jika airnya berwarna putih, dirinya yang kalah dan kalau itu yang terjadi, ia meminta Sugriwa segera menutup Gua Kiskenda dengan batu yang besar.
Dalam peperangan itulah air yang mengalir dari Gua Kiskenda berwarna merah bercampur putih. Sehingga Sugriwa memiliki kesimpulan bahwa Subali sudah tewas bersamaan dengan Kebo Sura dengan Lembu Sura. Karena Subali dan Sugriwa telah membunuh kedua raksasa itu Bhatara Guru menghadiahkan Dewi Tara terhadap Sugriwa. Karena Sugriwa yakin kakaknya telah meninggal ia pun menerimanya. Subali kesatria yang bertemperamen tinggi, ia langsung naik darah melihat pintu gua ditutup. Ia sangat marah kepada Sugriwa. Dia berpikir Sugriwa sudah mencederai janji dan berkhianat untuk mendapatkan Dewi Tara.
Maka dengan kesaktiannya, pintu gua ditendang dan hancur lebur. Gua itu pun akhirnya terbuka kembali. Tanpa pikir panjang, Subali langsung mencari Sugriwa. Rupanya Sugriwa sudah kembali dari kayangan dan bertemulah ia dengan Subali di tengah perjalanan pulang. Pertarungan itu pun tidak dapet dielakan lagi terjadilah perang tanding antara saudara sedarah itu. Karena kesaktian yang dimiliki oleh Subali, sugriwa pun terlempar jauh dan tak sadarkan diri. Beberapa hari kemudian Sugriwa yang tak terima terhadap sikap Subali datang menghampiri Subali. Pertarungan itu pun terjadi lagi, berkat kesaktian Aji Pancasona yang dimiliki Subali Sugriwa pun lagi – lagi kalah dan terjepit di dahan. Secara tak disengaja Rama lewat dan membebaskan Sugriwa dari dahan. Sebagai tanda terima kasih Sugriwa pun membantu Rama dan Rama membantu Sugriwa, kemudian Sugriwa didampingi Rama kembali menantang Subali yang pada saat itu bersama Dewi Tara.
Subali dan Sugriwa adalah 2 kera yang kembar sehingga Rama susah membedakan mana Subali dan Sugriwa, kemudian Rama menyuruh Sugriwa untuk menggunakan janur kuning di lehernya, Saat Subali dan Sugriwa kembali berperang tanding, Rama pun datang dan melepaskan panah tepat didadanya, Subali pun roboh seketika itu. Saat Sekarat, Subali menghina Rama sebagai ksatria pengecut yang tidak tahu dharma. Rama kemudian menjelaskan bahwa Subali sebenarnya telah berdosa, karena apabila ia masih suci, panah sakti milik Rama tidak akan mampu menembus kulitnya, bahkan senjata tersebut akan berbalik menyerang Rama. Akhirnya Subali tersadar dan menyadari dosa – dosanya dan kesalahannya terhadap Sugriwa, dan berterimakasih kepada Rama karna secara tidak sengaja Rama sudah menyucikan Subali dari dosa - dosanya
*) Silahkan tata cerita agar menjadi lebih menarik, tanpa keluar dari ketentuan tema dan cerita
*) Silahkan pada saat lomba agar masing-masing angkatan mengumpulkan 4 sinopsis, yaitu kepada juri dan kordinator lomba.